Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 21 Maret 2016

Berobat dengan Madu

RISET ILMIAH TERHADAP MADU


Keistimewaan alami madu tidak hanya terletak pada rasanya saja, namun juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan medis. Para peneliti di Provinsi Wales Inggris menyatakan bahwasanya madu dapat digunakan untuk mengobati dan mensterilkan luka-luka serta membunuh berbagai macam bakteri dan kuman.
Para ahli pusat ilmu kedokteran dan biologi kota Cardiff menemukan bahwa madu mengandung bahan kuat yang dapat melawan oksidan. Bahan tersebut tidak hanya dapat melawan zat-zat kimia yang dapat menyebabkan kanker, namun juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Untuk mengetahui manfaat-manfaat madu untuk kesehatan, para peneliti di kota Wales bekerja sama dengan rekan-rekannya yang berada di New Zeland untuk melakukan eksperimen tentang kemampuan madu dalam mengatasi bakteri-bakteri yang menyebabkan luka dan pendarahan pada pencernaan dan tentang kemampuan bakteri menguntungkan dalam membasmi kuman.
Mereka mendapatkan bahwa kandungan gula yang tinggi dalam madu dapar memperlambat perkembangan bakteri. Bila dioleskan, madu memiliki kemampuan yang tinggi guna mengatasi infeksi-infeksi luar. Selain itu, madu juga dapat membunuh bakteri-bakteri yang tidak bisa dibunuh oleh antibiotik biasa.
Bukan hanya itu, seorang dokter ahli bedah berkebangsaan Mesir menegaskan bahwa madu merupakan bahan makanan paling penting bagi manusia dan mengandung bahan-bahan aktif yang dapat melemahkan pertumbuhan sebagian enzim yang memicu pertumbuhan kanker.
Seorang profesor bidang ilmu kedokteran di pusat riset nasional Mesir, Dr. Zakaria Khayyath, menjelaskan bahwa unsur seng (zinc) dalam madu memiliki peranan penting dalam meningkatkan antibodi yang menjadi hal pokok dalam mengatasi kanker. Beliau juga mengungkapkan bahwa hasil-hasil penelitian yang dilakukan para peneliti di markas riset tersebut menguatkan bahwa madu memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam mengatasi tekanan oksidasi, karena mengandung banyak unsur-unsur yang dapat melawan oksidan.
Dr. Khayyath menjelaskan bahwa kadar kandungan seng, besi, silinium, dan magnesium meningkat dalam darah hewan percobaan setelah dilakukan pengobatan dengan madu. Beliau juga menyebutkan bahwa pengaruh efektif madu memiliki manfaat besar bagi kinerja hati. Hal ini terlihat pada plasma darah dua ekor tikus yang tiak diobati. Ternyata, kinerja hati tikus yang telah diobati lebih baik daripada yang belum diobati.
Dr. Khayyat juga menjelaskan bahwa madu termasuk sumber nutrisi terpenting yang seimbang karena mengandung karbohidrat, protein, mineral, dan berbagai unsur penting seperti potassium, tembaga, zat besi, seng, mangan, krom, serta unsur-unsur lainnya seperti kalsium, silinium dan magnesium.
Menurut para ahli yang berpengalaman dalam bidang nutrisi dan kesehatan, empat senduk madu sehari dapat mengobati luka dalam lambung. Hal itu memungkinkan karena madu memiliki fungsi sebagai berikut.
1.  Menghilangkan bakteri dari dalam lambung.
2. Terserapnya madu ke bagian atas dinding lambung, tidak hanya dapat membunuh bakteri namun juga dapat mencegah radang lambung.
3. Menstabilkan pencernaan dan mencegah infeksi.
Masih tentang fungsi madu yang tiada habisnya. Madu juga dapat mengobati sebagian besar masalah yang sering ditakuti oleh para ibu, seperti penyakit beser pada anak-anak, khususnya ketika penyakit beser terus-menerus hingga anak tersebut berusia tiga tahun. Akan tetapi, hal ini bisa diatasi dengan memberikan madu sebanyak satu sendok kecil pada anak yang menderita beser tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Hasan Muhammad Alam, seorang pakar institut pertanian Kairo yang bergelut di bidang lebah. Dia berkata, “Karena madu dapat menyerap unsur basah, karena itu madu memiliki kemampuan untuk menyerap air hingga yang levelnya lebih dari tiga. Madu juga dapat digunakan untuk mengatasi kebiasaan mengompol pada anak kecil, karena madu adalah obat yang dapat menyerap air dalam tubuh anak dan dapa mencegahnya mengompol saat tidur.”
Dalam pengobatan ini disarankan agar anak dibiasakan untuk buang air kecil sebelum tidur dan diberi madu sebanyak satu sendok kecil tanpa memberi minuman apapun sebelum tidur. Dengan demikian, madu akan bekerja menenangkan sistem saraf anak. Untuk mempercepat proses penyembuhan, hendaknya anak tersebut diberi sesendok madu lagi setelah bangun tidur dan ketika siang hari agar daya tahan tubuhnya bertambah.
Orang-orang Arab kuno sudah mengetahui madu sejak dulu. Mereka menggunakan madu untuk mengobati berbagai macam penyakit. Mengenai hal itu, Ibnul Qayyim berkata, “Madu merupakan nutrisi dan obat paling penting. Madu mengandung banyak manfaat dan dapat memberi nutrisi dan mencuci perut, membersihkan hati dan dada, serta memperlancar kencing.”
Madu mengandung protein, vitamin, mineral, sodium, potassium, kalsium, zat besi, zat tembaga, zat seng, dan yodium. Ilmu modern telah menetapkan bahwa salah satu manfaat madu adalah kandungan ragi gandumnya, yang dapat mengubah zat amodiak menjadi zat gula yang dapat melindungi dan memperkuat serta membantu kinerja lambung. Madu dikatakan sebagai antibiotik yang dapat membasmi berbagai macam bakteri dan kuman.
Salams eorang pakar ahli telah melakukan eksperimen ilmiah terhadap madu. Dia mengambil kuman-kuman dari berbagai macam penyakit dan meletakkannya ke dalam madu. Kemudian dia mendapatkan hasil yang sangat luar biasa. Ternyata madu dapat membunuh basil typhoid (tifus) dalam waktu 48 jam saja. Juga dapat membunuh basil paratyphoid (paratifus) yang menyebabkan penyakit usus dalam waktu 24 jam. Pada hari keempat, kuman-kuman penyebab infeksi paru-paru dapat musnah. Sedangkan kuman-kuman penyebab disentri dapa teratasi hanya dalam waktu 10 jam saja. Selain yang sudah disebutkan, madu masih memiliki banyak fungsi lain, di antaranya:
  1. Telah ditetapkan bahwa 1 kg madu memiliki pengaruh terhadap tubuh sebanding dengan 3,5 kg daging, 12 kg sayuran atay 5 kg susu.
  2. Madu dapat menggantikan zat gula yang diserap tubuh setelah mengerahkan banyak tenaga atau pikiran karena madu mengandung glukosa yang mudah diserap dan dicerna oleh tubuh. Juga mengandung fruktos yang tidak mudah diserap serta mengandung zat yang dapat menjaga kadar gula darah.
  3. Madu dapat digunakan untuk pengobatan dan pencegahan terhadap berbagai macam penyakit. Demikian juga, madu mempunyai nutrisi tinggi yang sangat berguna bagu anak kecil maupun orang dewasa. Madu tidak berdiam lama dalam lambung, karena ia mudah dicerna sebagaimana juga cepat diserap oleh sistem getah bening untuk disalurkan ke dalam darah.
  4. Mengobati gangguan sistem pencernaan. Sebab, madu dapat menambah kinerja usus dan tidak menyebabkan fermentasi pada penderita gangguan sistem pencernaan. Tidak pula menyebabkan pendarahan pada dinding-dinding saluran pencernaan. Juga membantu proses asimilasi dan mempemudah buang air besar.
  5. Menstabilkan pengaruh asam yang berlebihan pada lambung. Oleh karenanya, madu dapat mencegah timbulnya luka pada lambung dan usus duabelas jari. Dalam pengetahuan modern tentang pengaruh madu terhadap pengeluaran zat asam dan enzim pada lambung, dijelaskan bahwa madu dapat menurunkan pengeluaran zat asam hidroklorida hingga menjadi stabil secara alami yang akhirnya dapat mengatasi luka pada lambung dan usus duabelas jari.
  6. Madu ducampur dengan biji-biji serbuk sari dan royal jelly dapat menjadi minyak yang sangat berguna untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pemulihan berbagai macam luka karena dapat membasmi bakteri, kuma, dan jamur.
  7. Mengobati infeksi hati yang sudah lama diderita dan infeksi kantung empedu, serta dapat membantu menghancurkan kerikil-kerikil yang ada di dalamnya. Itu dilakukan dengan cara meminum campuran madu dan biji-biji serbuk sari setiap hari.
  8. Madu dapat mengobati penyakit jantung dan menguatkan sarafnya. Itu dikarenakan madu mengandung glukosa dan zat yang dapat memberi nutrisi saraf jantung.
  9. Mengobati tubuh lemas dan kurang darah, meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah dan menambah berat badan anak kecil. Karena madu mengandung vitamin B12 dan vitamin C.
  10. Mengurangi susah tidur dan membantu agar dapat cepat tidur dengan nyenyak.
  11. Digunakan untuk mengobati pusing akibat saraf kepala dan radang saraf. Karena madu mengandung vitamin B1.
  12. Mengobati rematik dan infeksi persendian dengan mengonsumsi madu, biji-biji serbuk sari dan royal jelly.
  13. Mengatasi lemah syahwat dan kemandulan.
  14. Memperbagus pertumbuhan tulang dan gigi, serta mencegah bahaya kerapuhannya pada anak. Itu karena madu mengandung kalsium dan fosfor.
  15. Dapat menghilangkan pengaruh infeksi amandel dan tenggorokan.
  16. Berguna untuk mengatasi susah menelan, tenggorokan kering dan batuk kering.
  17. Berguna untuk memberi nutrisi pada orang sakit yang sedang dalam masa penyembuhan, masa penuaan dan masa tidak sadarkan diri.
  18. Berguna bagi ibu-ibu yang sedang hamil dan melahirkan. Juga mengatasi muntah-muntah, memperkuat tekanan rahim pada saar melahirkan dan berguna untuk anak-anak pada masa pertumbuhan.
  19. Mencegah terserang penyakit kanker. Kanker yang sudah menyebar di dalam otak tidak dapat ditangani dengan operasi, melainkan setelah menghentikan penyebaran tersebut lalu mengumpulkannya dalam satu tempat hingga memungkinkan untuk dibasmi. Akan tetapi, madu dan habbah barakah (habbah sauda’) atau biji adas dapat mengatasi hal ini.
  20. Madu dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan dan menjaga kadar alkali darah, hingga dapat membantu mengatasi tekanan. Hal ini dikarenakan madu mengandung vitamin K. Karena sebab itu juga, madu yang dicampur dengan biji-biji serbuk sari dapat mengatasi masalah keenceran darah dan membantu membekukannya.
  21. Madu dapat membantu kemampuan indra penglihatan karena mengandung vitamin B2.
  22. Mencegah dan mengobati berbagai macam infeksi dan penyakit kulit karena kandungan vitamin B3.
  23. Berguna untuk melawan bakteri Streptococcus dan staphylococcus serta mengobati luka-luka (karena kutu, kanker atau karena panas iklim tropis).
  24. Mencegah peyakin eksim, kurap, psoriasis (sejenis penyakit kulit yang ganas), dan bisul-bisul karena mengandung vitamin E.
  25. Madu yang dicampur dengan susu berguna untuk mengatasi radang paru-paru, penyakit sistem pernapasan, paru-paru basah dan TBC.
  26. Madu dikatakan dapat mengatasi penyakit-penyakit saraf dan ketergantungan/kecanduan.
  27. Sangat baik untuk kulit wanita karena dapat menghaluskan dan mengurangi keriputan.
  28. Demam yang dapat menimbulkan pusing kepala dapat diatasi dengan menggunakan madu dan habbah barakah (habbah sauda’).
  29. Madu telah sangat berhasil mengobati panas dalam, infeksi kelenjar keringat, radang ringan di bawah kulit, dan radang kelenjar payudara.
  30. Madu dapat mengobati penyakit dada, seperti asma yang telah lama diderita, pilek, dan sebagainya. Madu mengandung magnesium dan zat-zat yang dapat memperluas saluran paru-paru.
  31. Menghentikan riak tenggorokan dan mencegahnya masuk ke dalam paru-paru, khususnya bagi perokok.
  32. Untuk mengobati infeksi ginjal, saluran kencing (ureter), kandung kemih, dan batu ginjal, digunakan madu yang sudah dicampur dengan biji-biji serbuk sari dan lilin lebah.
  33. Mengobati sakit saat menstruasi dan tekanan rahim serta keracunan saat hamil. Juga, untuk mengobati kanker payudara.
  34. Mengobati radang gusi dan gigi, kebusukan gigi, bibir pecah-pecah karena mengandung florida.
  35. Menurunkan kadar gula pada darah penderita diabetes. Karena madu mengandung zat gula buah-buahan sehingga tidak membutuhkan hormone insulin lagi karena zat gula tersebut sudah terbakar. Madu juga mengandung zat yang mirip dengan hormone insulin yang berfungsi untuk menstabilkan kadar gula pada darah.
  36. Mencegah penyakit rabun senja, infeksi kornea, konjungtiva atau selaput pelupuk mata, tepi kelopak mata dan mengatasi infeksi kornea yang sudah lama diderita karena madu mengandung vitamin A.
  37. Membantu proses penyerapan protein dan menjaga keseimbangan sirkulasi nutrisi dalam tubuh karena madu mengandung vitamin B6.
  38. Mencegah penyakit sariawan perut dan kerusakan saraf, khususnya pada jantung karena madu mengandung vitamin C.
  39. Mencegah penyakit anemia, penyakit liver dan pankreas karena madu mengandung asam folat.
  40. Mengatur proses penyerapan nutrisi dan mencegah kekurangan vitamin hemoglobin karena madu mengandung vitamin E.
  41. Madu dan biji serbuk sari dapat mengobati penyakit alergi atau alergi yang disertai asma.
  42. Mengobati diare akibat keracunan lambung pada anak-anak. Juga menambah jumlah butiran darah merah dan darah putih.
  43. Mengobati penyakit liver dan menguatkan hati serta mencegah masuknya minyak ke dalam hati. Juga memperbaiki kinerja dan mencegah adanya batu pada kantung empedu.
  44. Mengobati keracunan alcohol dan keracunan saat hamil karena mengandung fosfolipda yang memiliki pengaruh bagus dalam kelancaran kencing.
  45. Radang dan noda pada kulit dapat diobati dengan cara mengoleskan madu dan biji serbuk sari pada bagian kulit yang menderita sakit.
Sumber : Majdi Muhammad asy-Syahawi – Ingin Sehat? Berobat dengan Al-Qur’an dan Madu (At-Tadaawaa bil Qur’aan wa ‘Asalin Nahl) – Gema Insani, Jakarta, 2011

Otanjoubi Omedetou Gozaimasu Niisan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Happy Birthday for my Brother, the one and only - Syahrullah Rahmat. SM- :D
I am sorry, I only can pray for you, I don't have anything more.
For my Brother, my Handsome brother, I hope you continue to be as it is now, you are always in Istiqomah, always under the protection to Allah, keep to be a kind person, humble person.
You always holding me, keeping me, thinking of me, attention to me. But, I was afraid if you were angry..
In your 24th, I hope you can get your dreams. Day by day, we are getting closer to death, so keep to be a real Muslim, don't forget to always remember Allah, and timely prayer.


I am not a good person to you, so forgive me.
And I am loving who you are... :)

Kamis, 17 Maret 2016

Sehat Ala Rasulullah (Bagian 2)

HENDAKNYA KALIAN MENGGUNAKAN DUA OBAT (Bagian 2)
PENGOBATAN DENGAN MADU


Lebah adalah serangga yang memiliki banyak kegunaan terutama sebagai sumber pengobatan bagi berbagai macam penyakit. Lebah banyak disebut dalam kitab-kitab suci umat terdahulu, Al-Qur’an dan hadist. Dalam kehidupan orang-orang kuno, lebah lebih memiliki peranan penting bila dibandingkan dengan serangga dan hewan-hewan lainnya. Dokumentasi ilmiah mencatat bahwa lebah sudah dikenal sejak lima puluh juta tahun yang lalu. Bangsa Mesir kuno banyak memanfaatkan lebah untuk diambil madu dan paraffin (lilin)nya. Itu karena pernah ditemukan mayat seorang anak kecil yang terendam dalam sebuah wadah yang penuh madu, di dalam salah satu Piramid Fir’aun di Mesir. Madu tersebut membuat mayat anak kecil itu tidak membusuk selama empat ribu lima ratus tahun.
Lebah tidak hanya menghasilkan madu saja, namun juga menghasilkan racun yang dapat dijadikan obat. Baru-baru ini, pengobatan alternative modern elah berjasil menemukan pengobatan dengan madu ini, untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang belum ada pada zaman dahulu.
Sebuah eksperimen yang dilakukan di San Fransisco, Amerika Serikat pada tahun 1985 menyatakan bahwa racun lebah dapat digunakan sebagai obat dan prophylaxis untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit. Bahkan, racun lebah tersebut juga dapat digunakan untuk melindungi tubuh dari penyakit yang ditimbulkan oleh radiasi cahaya. Para penulis ilmiah mengatakan bahwa madu lebah adalah senjata ampuh seorang dokter dalam menangani sebagian besar penyakit dan dia senantiasa menggunakannya dalam praktik medisnya. Dokter memberikan madu tersebut untuk menetralisasi racun-racun yang datang dari luar tubuh, seperti arsenik/warangan.
Madu juga digunakan untuk menanggulangi racun yang timbul dari penyakit-penyakit organ tubuh seperti racun yang disebabkan oleh air kencing, penyakit hepatitis demam dan campak, peradangan, gegar otak, dan sebagainya. Selain itu, sebagian pelaku eksperimen medis modern mengatakan bahwa madu merupakan unsur efektif untuk mengobati berbagai macam penyakit akibat kekurangan darah (anemia).
Profesor dalam bidang penyakit kulit Universitas Kairo, Dr. Muhammad azh-Zhawahiri mengatakan, banyak ahli medis negara-negara asing seperti Yunani, Jerman, dan Rusia yang menyebutkan khasiat madu lebah untuk penyembuhan berbagai luka dan penyakit kulit. Dr. Mecheil Parlman dalam sebuah majalah Inggris mengungkapkan bahwa perban dari bahan madu yang diganti setiap 24 jam sekali dapat menyembuhkan pasien. Perban tersebut dapa membasmi kuman dan memberikan gizi pada kulit serta mudah digunakan dan didapat dengan harga yang relatif murah bila dibandingkan dengan khasiatnya. Banyak orang yang berbicara mengenai manfaat medis lebah dan hasil produksinya. Oleh karenanya, madu merupakan obat dalam dunia pengobatan alternatif.
Dr. Abdul Hamid Abazah, ketua lembaga pendidikan medis dan profesor dalam bidang hati menegaskan bahwa madu putih yang memiliki kandungan gula merupakan gizi utama yang dibutuhkan hati. Madu merupakan jenis gula paling bersih yang dapat membantu kinerja sel-sel hati dan mengganti sel-sel yang telah rusak.
APAKAH MADU ITU?
Madu adalah cairan bersih yang dikeluarkan lebah dari perutnya. Terbuat dari berbagai unsure gula yang berasal dari sari-sari bunga yang telah dihisap oleh lebah tersebut dan diolah dalam tubuhnya. Kemudian ia keluarkan dalam bentuk cairan dan diletakkan di lubang-lubang yang telah dibentuk sedemikian rupa. Lubang-lubang madu atau rongga-rongga madu tersebut terbuat dari bahan semacam lilin yang disiapkan lebah untuk meletakkan madu kemudian ditutupi dengan lilin tipis. Dalam bahasa ilmiah, lebah disebut Apis Mellifera dari potongan kata apidae.
Lebah termasuk jenis serangga yang hidup berkelompok yang terdiri atas ratu, para pekerja dan pejantan. Ratu lebah tidak banyak berbeda dengan semua lebah pada umumnya saat keluar dari telurnya. Namun dengan memakan royal jelly yang terbuat dari kelenjar-kelenjar ludah, tubuh ratu lebah lebih cepat membesar. Ratu lebah dapat bertelur sebutir telur per menit dalam waktu sehari. Dengan makanannya yang khusus tersebut, ratu lebah dapat terus bertelur hingga lima tahun. Sedangkan proses pembuatan madu, lebah mengubah cairan wangi bunga yang telah diserap dari tumbuh-tumbuhan menjadi lilin yang dikeluarkan dari sela-sela khusus terletak di bagian bawah perutnya. Lilin ini digunakan untuk membangun sarang lebah.
Lebah biasanya ditemukan di dalam butiran-butiran lilin berbentuk persegienam yang dibuat lebah dengan sedemikian rupa. Untuk mendapatkan sarang lebah ini, biasanya digunakan peralatan untuk mengusir lebah atau cara modern guna mendapatkan madu bersih. Negara-negara penghasil madu terbesar di dunia adalah Chile, Australia, kepulauan-kepulauan India Barat, sebagian wilayah-wilayah Eropa dan Afrika.
Madu memiliki berbagai jenis. Di antaranya adalah madu sarang, yaitu madu yang masih bercampur atau masih belum diperas dari lilinnya. Selanjutnya adalah madu putih atau madu berwarna putih yang beku mengeras. Kemudian madu murni, yaitu madu yang bersih dari segala macam produksi-produksi lebah lainnya.
KOMPOSISI KIMIA MADU
Madu mengandung air, glukosa, fruktosa (gula dari sari buah-buahan), asam amino (zat pembentuk protein), asam lemak, dan zat-zat yang dapat membantu menyerap vitamin dalam saluran usus serta zat mineral seperti kalsium, fosfor, potassium, sodium, zat besi, mangan dan zat tembaga. Sebagaimana telah diketahui bahwa kalsium dan fosfor dapat membantu pembentukan dan penguatan pada tulang dan gigi. Sedangkan potassium, sodium dan kalsiumnya dapat membantu pengaturan gerak saraf dan otot-otot. Sedangkan zat besi memiliki peranan penting dalam proses produksi hemoglobin dalam darah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penyakit kurang darah.
Selain itu, madu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin C dan semua jenis vitamin B yang berfungsi membantu tubuh dalam memproduksi protein, hormon dan penyumbatan dari dalam untuk mencegah pendarahan serta mencegah berbagai macam penyakit. Selain mengandung vitamin B1 dan B2, madu juga mengandung zat asam organisme dan beberapa enzim, khususnya enzim invertase yang dapat membantu mengubah zat gula menjadi bahan glukosa dan fruktosa yang dapat dengan mudah diserap dan dicerna. Demikian juga, madu mengandung minyak yang mudah menguap, distrin, lilin, biji serbuk sari, dan asam formik (asam semut).


Sumber : Majdi Muhammad asy-Syahawi – Ingin Sehat? Berobat dengan Al-Qur’an dan Madu (At-Tadaawaa bil Qur’aan wa ‘Asalin Nahl) – Gema Insani, Jakarta, 2011

Sehat Ala Rasulullah

HENDAKNYA KALIAN MENGGUNAKAN DUA OBAT (Bagian 1)


Allah SWT. berfirman mengenai pengobatan dengan menggunakan Al-Qur’an,

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ۬ وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ‌ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارً۬ا (٨٢)

“dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’ : 82)

قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدً۬ى وَشِفَآءٌ۬‌ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٌ۬ وَهُوَ عَلَيۡهِمۡ عَمًى‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ يُنَادَوۡنَ مِن مَّكَانِۭ بَعِيدٍ۬ (٤٤)

“…Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh". (QS. Fushshilat [41] : 44)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٌ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَشِفَآءٌ۬ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدً۬ى وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ (٥٧)

“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10] : 57)
Allah SWT berfirman mengenai madu dan lebah,

وَأَوۡحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحۡلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتً۬ا وَمِنَ ٱلشَّجَرِ وَمِمَّا يَعۡرِشُونَ (٦٨) ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٲتِ فَٱسۡلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً۬‌ۚ يَخۡرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ۬ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَٲنُهُ ۥ فِيهِ شِفَآءٌ۬ لِّلنَّاسِ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَتَفَكَّرُونَ (٦٩)

“dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl [16] : 68-69)
Al-Qur’an adalah obat yang sempurna untuk menyembuhkan seluruh penyakit hati dan tubuh, serta dunia dan akhirat. Tidak semua orang mampu menggunakan cara pengobatan dengan Al-Qur’an. Jika orang yang sakit dapat dengan baik menggunakan Al-Qur’an untuk berobat, dengan dibarengi keimanan dan keyakinan yang kuat serta seluruh syarat-syaratnya terpenuhi, maka penyakit-penyakit tersebut tidak akan pernah dapat menyerang lagi. Bagaimana bisa penyakit-penyakit tersebut menentang firman Allah SWT., yang seandainya diturunkan di atas gunung atau bumi, niscaya mampu menghancurkan keduanya?
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra., dia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan dua obat: madu dan Al-Qur’an.” (HR. Ibnu Majah)
Hadist tersebut telah memadukan antara pengobatan manusia dan pengobatan Rabbani, pengobatan jasad dan pengobatan jiwa, serta antara sebab penyembuhan yang datang dari bumi dan dari langit. Oleh karena itu, Ibnu Mas’ud berkata, “Madu adalah obat untuk segala jenis penyakit, sedangkan Al-Qur’an adalah obat untuk penyakit yang ada dalam jiwa. Hendaknya kalian menggunakan dua obat: madu dan Al-Qur’an.” Hal serupa juga dikatakan oleh Imam al-Manawi, “Hadist tersebut telah memadukan antara pengobatan manusia dan pengobatan Tuhan, obat bersifat materi dan yang bersifat rohani, pengobatan jasad dan pengobatan jiwa, serta antara sebab penyembuhan yang datang dari bumi dan dari langit.”
Tiada satu jenis penyakit pun, baik penyakit rohani maupun jasmani, melainkan di dalam Al-Qur’an terdapat obat dan cara pencegahannya. Hal itu bagi orang yang telah dikaruniai oleh Allah SWT. pemahaman akan Al-Qur’an. Barangsiapa tidak dapat disembuhkan dengan Al-Qur’an, maka Allah tidak akan pernah menyembuhkannya. Barangsiapa tidak merasa cukup dengan Al-Qur’an, maka Allah tidak akan mencukupinya.
Siapa yang dapat menggunakan pengobatan dengan Al-Qur’an?
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata, “Al-Qur’an adalah obat yang sempurna untuk menyembuhkan seluruh penyakit hati dan tubuh, serta dunia dan akhirat. Tidak semua orang mampu menggunakan cara pengobatan dengan Al-Qur’an. Jika orang yang sakit dapat dengan baik menggunakan Al-Qur’an untuk berobat, dengan dibarengi keimanan dan keyakinan yang kuat serta seluruh syarat-syaratnya terpenuhi, maka penyakit-penyakit tersebut tidak akan pernah menyerang lagi. Bagaimana bisa penyakit-penyakit tersebut menentang firman Allah SWT. yang seandainya diturunkan di atas gunung atau bumi, niscaya mampu menghancurkan keduanya? Tiada satu jenis penyakit pun, baik penyakit rohani maupun jasmani, melainkan di dalam Al-Qur’an terdapat obat dan cara pencegahannya. Hal itu bagi orang yang telah dikaruniai oleh Allah SWT. pemahaman akan Al-Qur’an. Barangsiapa tidak dapat disembuhkan dengan Al-Qur’an, maka Allah tidak akan pernah menyembuhkannya. Barangsiapa tidak merasa cukup dengan Al-Qur’an, maka Allah tidak akan mencukupinya.”
Beliau juga berkata, “Zikir-zikir, ayat-ayat dan do’a-do’a yang digunakan untuk mengobati dan me-ruqyah itu sebenarnya sudah dapat menyembuhkan. Akan tetapi, hal itu masih tetap membutuhkan objek yang tepat (yaitu orang yang sakit) dan kapasitas orang yang me lakukannya (pe-ruqyah). Pengobatan ini akan gagal lantaran lemahnya kapasitas pe-ruqyah, atau orang yang menjadi objek tidak dapat menerima pengobatan dengan cara ini, atau ada penghalang kuat yang menghalangi proses penyembuhan.”
Hal itu juga terjadi pada pengobatan penyakit fisik. Terkadang kegagalan pengobatan ini juga dikarenakan karakter orang yang bersangkutan tidak dapat menerimanya. Terkadang juga hal itu dikarenakan adanya sebuah halangan kuat yang mencegah proses penyembuhan tersebut. Jika karakter seseorang dapat menerima obat dengan sempurna, niscaya pengaruh yang akan dirasakan oleh tubuh sesuai dengan kadar penerimaan tersebut.
Sama halnya dengan hati. Jika hati dapat menerima ruqyah dengan sempurna dan pe-ruqyah mempunyai pengaruh yang efektif dalam menghilangkan penyakit, maka hasilnya akan maksimal. Do’a-do’a tersebut ibarat senjata dan kemampuan senjata bergantung pada orang yang menggunakannya, bukan hanya lantaran keampuhan senjata itu sendiri. Jika senjata tersebut ampuh, orang yang menggunakannya kuat, dan tidak ada halangan sama sekali, niscaya musuh akan dapat dikalahkan (tentunya dengan izin Allah).
Dalam karangannya yang lain, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah juga berkata, “Ruqyah ini tidak akan sempurna melainkan didukung kekuatan jiwa orang yang melakukannya dan kesiapan diri orang yang akan di-ruqyah. Jika diri orang yang akan diobati tidak mampu menerima ruqyah tersebut dan kapasitas pe-ruqyah tidak mumpuni, maka penyakit yang diderita tidak akan berhasil disembuhkan. Dari sini ada tiga hal penting yang harus diperhatikan:
1.      Kesesuaian obat dengan penyakit.
2.      Usaha pe-ruqyah.
3.      Penerimaan diri orang yang sakit.
Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Berobat dengan obat disertai dengan tawakal kepada Allah lebih bermanfaat daripada berobat dengan obat-obatan. Akan tetapi, berobat dengan do’a tersebut akan menjadi lebih bermanfaat jika memenuhi dua syarat. Pertama, dari segi orang yang sakit, dia harus benar tujuannya. Kedua, dari segi orang yang mengobati (pe-ruqyah), hendaknya hati orang tersebut khusyuk kepada Allah dengan senantiasa bertakwa dan bertawakal kepada-Nya.
Ketahuilah bahwasanya berobat dengan menggunakan Al-Qur’an, do’a dan ruqyah tidak akan berhasil melainkan dengan hati yang bersih dan ikhlas karena Allah SWT. Ibrahim al-Khawwash rahimahullah berkata, “Obat hati ada lima perkara,
1.      Membaca Al-Qur’an dan menadaburinya.
2.      Berpuasa.
3.      Qiyamul lail (shalat malam).
4.      Bermunajat beberapa saat sebelum subuh.
5.      Bergaul dengan orang-orang saleh.”
Syarat-syarat di atas harus terpenuhi demi mewujudkan khasiat atau manfaat pengobatan dengan Al-Qur’an dan ruqyah. Lantas, siapa yang bisa menggunakan pengobatan dengan Al-Qur’an ini? Mari kita renungkan bersama firman Allah SWT yang artinya,
“dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’ : 82)
“…Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh". (QS. Fushshilat [41] : 44)
“… serta melegakan (menyembuhkan) hati orang-orang yang beriman.” (At-Taubah : 14)
Dalam ayat tersebut Allah menyebut “Orang-orang yang beriman”, yang memberikan pengertian bahwa Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai obat khusus bagi orang-orang yang beriman. Sedangkan mengenai obat-obatan yang bersifat materi seperti madu, Allah SWT berfirman yang artinya,
“… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia…” (An-Nahl : 69)
Dalam ayat ini, Allah menyatakan “bagi seluruh manusia”, baik yang mukmin maupun yang kafir, yang taat maupun yang bermaksiat.
Berobat dengan menggunakan Al-Qur’an tidak bermanfaat bagi orang musyrik, orang yang meninggalkan shalat, orang yang hatinya terkait dengan sihir dan para penyihir, orang yang meninggalkan puasa padahal ia mampu mengerjakannya, dan orang yang lupa untuk berdzikir kepada Allah. Juga tidak bermanfaat bagi orang yang membawa jimat penjaga diri dan menyembelih hewan kurban untuk selain Allah. Pengobatan ini juga tidak bermanfaat bagi orang yang senantiasa melakukan dosa-dosa besar, melainkan jika dia bertobat. Juga tidak bermanfaat bagi orang yang telah meniggalkan Al-Qur’an.


Sumber : Majdi Muhammad asy-Syahawi – Ingin Sehat? Berobat dengan Al-Qur’an dan Madu (At-Tadaawaa bil Qur’aan wa ‘Asalin Nahl) – Gema Insani, Jakarta, 2011

Berobat dengan Al-Qur'an

SURAH AL-IKHLASH DAN MUAWWIDZATAIN UNTUK MENGOBATI PENYAKIT


Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam Mushannaf-nya dari Abdullah bin Mas’ud bahwa dia berkata,
“Ketika Rasulullah sujud dalam shalat, ada seekor kalajengking menyengat salah satu jari beliau. Setelah itu beliau pergi sambil bersabda, ‘Semoga Allah melaknat kalajengking. Dia menyengat siapa pun baik seorang nabi maupun bukan.’” Kemudian Ibnu Mas’ud berkata, “Lantas Nabi Saw. berdo’a dalam sebuah tempat yang berisi air garam tersebut, sambil membaca surah Al-Ikhlash dan Mu’awwidzatain hingga sakit tersebut reda.”
Dalam hadist tersebut terdapat perpaduan obat antara yang bersifat alami dan ilahi. Surah Al-Ikhlash mengandung keyakinan yang sempurna dan penetapan keesaan Allah dan tidak ada sekutu baginya. Juga, mengandung penetapan bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat tempat untuk bergantung. Sehingga, hal ini meniscayakan penetapan seluruh sifat sempurna bagi-Nya. Maksudnya, seluruh makhluk hanya bergantung kepada-Nya dalam menghadapi semua kebutuhan mereka. Demikian juga, surah ini menetapkan bahwa Allah tidak beranak, diperanakkan dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya.
Dalam surah Al-Falaq dan An-Nas (Mu’awwidzatai) terdapat permintaan perlindungan dari segala kejahatan, baik secara global maupun terperinci. Dalam surah Al-Falaq, berlindung dari kejahatan makhluk (2) berarti berlindung dari seluruh jenis kejahatan, baik berupa kejahatan jasmani maupun rohani. Sedangkan berlindung dari kejahatan malam (3) maksudnya adalah berlindung dari roh-roh jahat yang tersebar ketika malam hari. Berlindung dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir (4) adalah berlindung dari segala jenis sihir mereka. Berlindung dari kejahatan pendengki (5) adalah berlindung dari karakternya yang jelek dan mengganggu.
Surah An-Nas mengandung makna permintaan perlindungan dari kejahatan setan-setan, baik dari kalangan jin maupun manusia. Kedua surah tersebut dapat melindungi manusia dari seluruh jenis kejahatan, keduanya sangat penting untuk menjaga dan membentengi diri dari segala jenis kejahatan sebelum terjadi. Oleh karena itu, Nabi Saw. berpesan kepada Uqbah bin Amir untuk senantiasa membacanya setiap selesai shalat. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam kitab Jaami’-nya. Dalam perintah ini, terdapat sebuah rahasia yang agung dalam menolak segala kejahatan dari shalat hingga shalat lahi. Nabi Saw. pernah bersabda,
“Tidaklah seseorang dapat berlindung (dari kejahatan) dengan sesuatu yang setara dengan kedua surah tersebut.”
Sedangkan mengenai pengobatan alami, sesungguhnya garam memiliki banyak khasiat dalam menjadi penawar racun, utamanya racun yang berasal dari sengatan kalajengking. Pengarang buku al-Qunun berkata, “Untuk mengobati sengatan kalajengking, hendaknya bagian yang tersengat diperban dengan dibubuhi biji rami.” Cara pengobatan semacam ini juga telah disebutkan oleh seorang ilmuwan selain pengarang buku tersebut. Kadar khasiat dalam garam untuk menyembuhkan racun sebesar kekuatan racun yang sedang diderita. Sengatan kalajengking terasa panas, sehingga untuk mengobatinya dibutuhkan pendingin dan penawar sekaligus. Dibutuhkan air dingin untuk melawan panasnya sengatan dan garam untuk menjadi penawar racun yang ada di dalamnya. Pengobatan semacam ini begitu sempurna dan sangat mudah untuk dilakukan. Wallahu a’lam.


Sumber : Majdi Muhammad asy-Syahawi – Ingin Sehat? Berobat dengan Al-Qur’an dan Madu (At-Tadaawaa bil Qur’aan wa ‘Asalin Nahl) – Gema Insani, Jakarta, 2011


Jumat, 20 November 2015

Golongan Darah B

Pilihan Makanan untuk Golongan Darah B


Pemilik golongan darah B diizinkan untuk lebih banyak menyantap makanan hewani. Tubuh Anda memiliki kemampuan mengolah bahan makanan nabati maupun hewani dengan baik. Anda adalah pemakan segala. Namun waspadai daging ayam, karena daging ayam berlimpah zat lektin yang mudah menggumpalkan darah pemilih golongan darah B, sehingga meningkatkan risiko stoke dan serangan jantung.
Bisa dikatakan semua ikan dan hasil laut serta makanan hewani perairan cocok bagi golongan darah B. namun waspadai kepiting, lobster, udang, kerang (kerang darah), tiram, kodok, belut, yang berlimpah lektin. Yang terbaik bagi golongan darah B adalah ikan laut dalam seperti ikan salmon.
Hanya golongan darah B yang bisa mengonsumsi susu dan hampir semua produk hasil olahan susu, kecuali blue cheese dan es krim. Kecocokan tubuh Anda mengonsumsi susu dan hasil olahannya gula primer dalam antigen darah Anda adalah D-galaktosamin, sama dengan gula dalam susu. Telur ayam ras dan telur ayam organik atau telur ayam kampung boleh dikonsumsi. Namun hindari telur puyuh dan telur bebek.
Hindari minyak kaya lektin yang bisa memicu diabetes pada pemilik golongan darah B, yakni minyak wijen, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai, minyak kelapa. Batasi pula konsumsi bahan baku minyak tersebut, diantaranya kelapa, santan, kedelai kacang tanah, biji bung matahari, biji labu, wijen. Kacang mete dan pistasio (pistachio) juga termasuk kacang-kacangan (nuts) kaya lektin yang seyogianya dihindari oleh pemilik golongan darah B.
Kedelai dan produk hasil olahan kedelai, termasuk tempe, tahu dan susu kedelai bisa mengganggu produksi insulin dalam tubuh pemilik golongan darah B karena bahan makanan tersebut kaya lektin. Demikian pula dengan kacang merah, kacang tolo, garbanzo (chick pea). Namun bagi kita yang sudah terbiasa makan polong-polongan, gangguan yang ditimbulkan oleh bahan-bahan tersebut relatif kurang, kecuali bagi mereka yang sensitif.
Tepung terigu dan makanan yang terbuat dari tepung terigu kurang cocok bagi pemilik golongan darah B. Kandungan lektinnya akan tertahan di dalam sel otot sehingga memperlanbat sistem metabolisme dan pembakaran kalori. Akibatnya tubuh menjadi lebih mudah gemuk serta meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Lupakan mie instan, ketan dan jagung. Utamakan beras merah, beras putih pecah kulit, beras putih tumbuk, makanan dari bahan beras atau tepung beras, havermut (oasit), serta bekatul beras. Lebih baik Anda memilih rolled oast atau quick cooking oast yang masih alami daripada instant oast.
Pemilik golongan darah B rentan terhadap penyakit autoimun (penyakit akibat gangguan sistem kekebalan tubuh) dan penyakit akibat serangan virus. Untuk itu penting bagi Anda mengonsumsi banyak sayuran hijau yang umumnya kaya magnesium. Waspadai lobak, tomat dan jagung (termasuk jagung muda untuk sayur bening atau perkedel jagung) karena dapat manurunkan metabolisme dan membuat darah lebih pekat. Bagi Anda yang sensitive, banyak mengonsumsi lobak, tomat atau jagung dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.
Semua jenis buah umumnya baik bagi pemilik golongan darah B. Anda hanya perlu membatasi buah kaya lektin, terutama kesemek, delima, belimbing, pir. Bagi pemilik golongan darah B yang memiliki kecenderungan mudah gemuk, disarankan lebih rajin mengonsumsi buah nanas karena kandungan enzim bromelainnya dapat membantu proses pembakaran energy dan menghalangi pembentukan lemak tubuh.

Selasa, 03 November 2015

Monosodium Glutamate (MSG)


MSG (monosodium glutamate) alias vetsin atau yang juga dikenal dengan sebutan mecin memang selalu dipakai sebagai bumbu penyedap rasa masakan. Sejak dikembangkan pertama kali tahun 1908 oleh Prof. Kikunae Ikena, seorang peneliti Universitas Tokyo Jepang, MSG terus menjadi  bahan omongan. Simpang siur soal berbahayanya MSG tidak pernah berhenti karena hingga saat ini belum ada penelitian secara tuntas tentang MSG.
MSG dibuat dengan menggunakan bahan jagung, tapioca, bit, dan gula tetes (molase). Namun sebenarnya yang menjadi kunci adalah asam glutamate yang difermentasikan dengan kaustik (NaOH) untuk menghasilkan garam MSG yang memberikan rasa gurih. Khasiat memberikan rasa gurih dan nikmat pada masakan membuat MSG jadi popular diseluruh dunia. MSG bahkan ditemukan dalam mie instan, makanan ringan, snack sampai jajanan.
Kontoversi sepuutar MSG mulai mencuat tahun 1968 setelah seorang dokter bernama Robert Ho Man Kwok mengalami mati rasa, sakit pada dada dan gatal pada tubuh setelah makan di restoran Cina, yang kemudian beken disebut Chinese Restaurant Syndrome. Setahun kemudian berkat penelitian John Olney dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington Amerika terhadap hewan, ternyata MSG berakibat kerusakan pada otak dan merusak fungsi retina.
Sejak kehadirannya di Indonesia tahun 60n dan diproduksi secara besar-besaran, MSG terus menjadi bahan perdebatan. Puncaknya pada tahun 1987 saat Departemen Kesehatan RI melalui SK Menteri Kesehatan RI No 182/1987, MSG disahkan sebagai bagian dari vitamin A untuk program pencegahan kebutaan bagi balita. Hal ini langsung dipermasalahkan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Soalnya, sangat ironis jika memerangi kebutaan justru dengan menggunakan MSG yang menurut riset justru mengakibatkan kerusakan pada retina. Untungnya kegiatan ini dihentikan tahun 1993. Indonesia sendiri saat ini menjadi Negara produsen MSG terbesar di dunia.
Secara umum MSG bisa mengakibatkan alergi yang berdampak gatal, mual dan suhu tubuh meningkat, bagi yang sensitive efeknya akan bereaksi dalam waktu 30 menit hingga 1 jam dengan akibat pusing, mual, pegal-pegal dan sakit pada bagian dada dan perut. Selain itu, MSG juga mengakibatkan asma, diabetes, kelemahan otot dan tulang bahkan kelumpuhan! Sedangkan menurut Debby Anglesey yang menulis buku Battling the MSG, A Survival Guide and Cooking, MSG bisa mengakibatkan minimal 32 gejala penyakit termasuk jantung, darah rendah, syarat, pencernaan, pernafasan, hingga penglihatan. Ngeri banget bukan?!
Karena efeknya yang bisa membahayakan kesehatan, di Jepang sekarang MSG sudah dilarang dijual dalam bentuk murni. Sedangkan di Negara tetangga kita, Singapura dan Malaysia, setiap rumah makan harus mencantumkan apakah masakan mereka mengandung MSG. belakangan kampanye “No MSG” untuk tidak menggunakan MSG semakin popular. Karena itu, WHO menetapkan batasan agar MSG tidak dikonsumsi secara berlebihan, takaran idealnya adalah 5 mgr per hari.
Jadi, tidak ada salahnya kalau kita juga ikut waspada dan mulai mengurangi konsumsi MSG!

Jazakallahu khairan! Semoga bermanfaat J Syukran ^^